Dari Sarasehan Kamaba Peringati HUT Blora ke-268

Dekan Peternakan UGM: Amalkan Sapta Pesona

Minggu, 10 Desember 2017 06:28 WIB

YOGYAKARTA (wartablora.com)—Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA, DEA berpesan kepada mahasiswa-mahasiswa dari Blora yang tergabung dalam berbagai organisasi untuk mengamalkan Sapta Pesona. Tujuh pesona ini antara lain: jujur, disiplin, tanggung jawab, semangat, berfikir kritis, sopan santun, dan berkarya nyata untuk masyarakat.

"Jadi tidak perlu berendah diri. Amalkan Sapta Pesona itu. Kalian akan menjadi pemuda-pemudi pilihan, yang mempesona, dan dapat diandalkan," pesannya saat memberikan materi dalam Sarasehan Memperingati Hari Jadi Kota Blora ke-268 di Desa Wisata Sangurejo, Sleman, Sabtu malam, 9 Desember 2017.

Profesor Ali Agus yang diundang untuk menjadi salah satu pemateri dalam sarasehan tersebut berharap mahasiswa-mahasiswa dari Kota Blora itu dapat memberikan kontribusi yang berguna untuk masyarakat di desa kelahirannya.

"Tidak perlu malu orang desa yang kuliah di kota. Di sini (kota) menimba ilmu. Setelah dapat bisa diterapkan untuk kemajuan masyarakat di desanya masing-masing," pesannya kemudian.

Sarasehan yang diselenggarakan Keluarga Mahasiswa Blora (Kamaba) Yogyakarta dirangkaikan dengan acara Malam Keakraban (Makrab) yang dihadiri organisasi-organisasi mahasiswa asal Blora dari berbagai kota lain. Ada dari Kamaba Salatiga, Kamaba Solo, Impara Semarang dan Masyarakat Blora Yogyakarta (Masbayo).

Mohammad Cholidi, Ketua Kamaba Yogyakarta mengatakan, dengan sarasehan ini diharapkan semangat dan idealisme mahasiswa bisa tumbuh dan berkembang serta terpelihara. "Mahasiswa dengan potensi yang dimiliki seperti prestasi akademik maupun non akademik tidak cukup. Dibutuhkan semangat dan idealisme yang akan menjadi faktor pendorong dalam pembangunan daerah," katanya.

Syahrul Arya, Ketua Panitia Makrab dan Sarasehan berharap, dengan adanya acara ini mahasiswa Blora bisa lebih aktif dalam berorganisasi. "Khususnya di Kamaba Yogyakarta. Lewat organisasi, kita harusnya dapat membanggakan kota kelahiran kita. Lalu menumbuhkan rasa cinta dan rasa memiliki guna memotivasi diri untuk kembali membangun daerah," katanya.

Sementara itu salah seorang peserta yang hadir, Fahmi Fajrul Ghalib mengatakan, dengan adanya Makrab dan sarasehan ini semangat untuk mengabdi ke daerah tidak punah. "Jadinya nanti setelah lulus, kami bisa kembali ke daerah untuk mengabdikan ilmu-ilmu yang didapat dari bangku kuliah," ucapnya. (*)