Giat Literasi di Sekolah

Giliran SMPN 4 Blora Dikunjungi DPK Blora

Jumat, 15 Desember 2017 13:25 WIB

BLORA (wartablora.com)—Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Blora gencar menggiatkan literasi di sekolah-sekolah. Setelah pada Rabu, 13 Desember 2017, Dinas Perpustakaan ini menggelar kegiatan literasi di SMP Negeri 1 Jepon, pada Jumat, 15 Desember 2017, melanjutkan kegiatan literasi di SMP Negeri 4 Blora. Selain memarkirkan mobi perpustakaan keliling, Dinas Perpustakaan tersebut juga mengadakan pemutaran film pendek berjudul Iqra, karya anak MTs Miftahul Ilmiyah.

Kegiatan literasi selama satu jam ini diminati anak-anak SMPN 4 Blora. Buku-buku yang diangkut dengan dua kendaraan—satunya berupa truk—diserbu anak-anak, terutama anak-anak perempuan. Sebagian melihat-lihat, sebagian lagi membaca sekilas.

Kasi Pelayanan Perpustakaan dan Informasi DPK Kabupaten Blora, Priyadi mengatakan, buku yang dibawa untuk dilihat atau dibaca anak-anak tersebut tidak diijinkan dipinjam.

"Jadi kegiatan ini tujuannya untuk menumbuhkan minat baca anak-anak. Buku tidak boleh dipinjam. Jika anak-anak ingin meminjamnya, harus daftar jadi anggota Perpustakaan Kabupaten di DPK. Tapi mereka di sekolah juga sudah ada perpustakaan, meski tidak selengkap yang ada di kami," kata Priyadi.

Kepala SMPN 4 Blora Sujono menyambut gembira adanya kegiatan literasi yang diadakan di sekolahnya. Ia berharap dengan diadakannya kegiatan ini, minat baca akan meluas di anak-anak didiknya.

Belum Tinggi

Statistik kunjungan dan peminjaman buku di Perpustakaan Sahaja, milik SMPN 4 Blora, belumlah menunjukkan angka yang memuaskan. Dari Juli 2016 hingga Juni 2017, rata-rata kunjungan hanyalah 212 anak per bulan, dari jumlah murid lebih dari 500 anak. Angka ini belum ada separonya, bahkan juga belum menunjukkan kondisi riil-nya. Pasalnya angka ini belum memisahkan berapa kali jumlah kunjungan tiap anak selama sebulan.

Dari rata-rata 212 anak setiap bulannya itu, jumlah rata-rata buku yang dipinjam sejumlah 333 buku. Sebagian besar—67 persen—buku yang dipinjam adalah buku-buku penunjang pelajaran. Sementara ada 28 persen buku-buku non fiksi di luar buku pelajaran sekolah yang diminati anak-anak untuk dipinjam, dan sisanya buku-buku fiksi.

"Buku penunjang pelajaran ini di luar buku paket sekolah yang dibawa pulang anak," kata Sujono, Kepala SMPN 4 Blora.

Untuk mendorong anak-anak gemar berkunjung ke perpustakaan, guru-guru SMP N 4 Blora sering memberi tugas yang bahan-bahannya bisa dicari di perpustakaan sekolah.

"Jadi diberi tugas yang bahan-bahannya tidak ada di buku paket sekolah yang dibawa anak-anak," kata Sujono yang baru setahun mengepalai sekolah tersebut. (*)