P5 di SDN Tempelan, paguyuban orang tua dilibatkan

Foto: Gatot Aribowo

SDN Tempelan, Blora. Melibatkan paguyuban orang tua untuk proyek P5 di kelas 1.

Rabu, 22 November 2023 20:01 WIB

BLORA (wartablora.com)—Banyak inovasi dan kreativitas bermunculan di sekolah-sekolah sejak kurikulum 2013 berganti dengan kurikulum merdeka. Salah satu terobosan dalam kurikulum terbaru dunia pendidikan anak-anak di Indonesia ini adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, sering disingkat dengan P5. Di SDN Tempelan, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora kreativitas anak-anak dibangkitkan dengan melibatkan orang tua, terutama untuk kelas 1. Di sekolah yang merupakan regrouping ini, jumlah rombongan belajar ada 4 kelas. Sehingga jumlah orang tua wali murid lebih dari 100 orang. Dengan jumlah yang cukup besar ini, sekolah tersebut memiliki paguyuban orang tua wali murid di tingkatan kelas.

"Untuk implementasi P5 di sekolah kami, kelas satu melibatkan paguyuban orang tua wali murid kelas 1," kata Sri Lestari, guru di SDN Tempelan.

Untuk kegiatan proyek P5 kelas 1 yang melibatkan paguyuban orang tua ini, SDN Tempelan mengambil tema gaya hidup berkelanjutan.

"Kelas satu pada tahun kemarin kita mengambil tema gaya hidup berkelanjutan dengan memanfaatkan limbah-limbah plastik yang tidak terpakai, kita buat bermacam-macam kerajinan dengan dibantu orang tua wali murid," jelas Sri Lestari.

Tema gaya hidup berkelanjutan ini dilanjutkan tahun ini.

"Tahun ini tetap tema itu. Tetapi proyeknya pada pengolahan bahan makanan tradisional. Dan kita tetap melibatkan paguyuban untuk membuat berbagai macam camilan," ujarnya.

Sama seperti sekolah-sekolah lain, proyek-proyek P5 ini ditampilkan dalam acara akhir semester sekolahan. Kepala SDN Tempelan Sarwo mengatakan, sekolahnya tiap akhir semester mengadakan bazar. Tujuannya untuk menampilkan hasil-hasil karya anak-anak didik dari berbagai tingkatan kelas, termasuk hasil karya anak-anak kelas satu yang pembuatan karyanya didampingi orang tua.

"Kita tahun lalu pada akhir semester mengadakan bazar P5. Masih tetap sama, bazar akan kita lakukan untuk menampilkan hasil karya proyek pembuatan camilan anak-anak itu tadi," katanya.

Jumlah murid di kelas ini dalam data pokok pendidikan tercatat berjumlah 665 anak, dengan jumlah anak laki-lakinya 348 anak dan perempuannya 317 anak. Memiliki 30 orang guru, sekolahan ini merupakan regrouping dari sekolah-sekolah di kelurahan yang sama yang kekurangan murid.