P5 di SMP 2 Jepon ajarkan anak terampil olahan kayu

Foto: Gatot Aribowo

Widodo, Kepala SMP 2 Jepon bersama Paryanti, guru SMP 2 Jepon menunjukkan hasil karya proyek P5 anak-anak didiknya.

Selasa, 21 November 2023 21:55 WIB

BLORA (wartablora.com)—Banyak inovasi dan kreativitas bermunculan di sekolah-sekolah sejak kurikulum 2013 berganti dengan kurikulum merdeka. Salah satu terobosan dalam kurikulum terbaru dunia pendidikan anak-anak di Indonesia ini adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, sering disingkat dengan P5. Di SMP Negeri 2 Jepon, Kabupaten Blora, kreativitas dan inovasi anak didik dikembangkan dari pemanfaatan limbah kayu jati. Sekolahan yang masyarakat di lingkungan sekitarnya banyak ditemukan limbah kayu jati, dimanfaatkan sebagai proyek untuk mengajarkan murid-muridnya memiliki keterampilan mengolah kayu jati sebagai produk. Salah satu produk yang dibuat dengan tangan-tangan terampil ini adalah tempat tisu.

Pembuatan tempat tisu dari kayu jati ini dikerjakan secara berkelompok. Ada belasan produk tempat tisu yang dibuat. Dua di antaranya tergolong produk yang sudah standar jual. Dua tempat tisu ini dibuat dengan halus. Bahkan satu di antaranya hampir tidak ditemukan cacat produk.

"Ini dikerjakan secara berkelompok," kata Widodo, Kepala SMPN 2 Jepon.

Kelompok ini terdiri dari 5 anak. Produk olahan kayu jati yang dibuat menjadi tempat tisu bikinan kelompok yang terdiri dari: Zainul, Dika, Putra, Arga, dan Ardo termasuk produk dengan standar jual. Produk ini diplitur warna coklat pekat. Dibuat dengan halus, seperti tangan-tangan terampil dari pabrikan. Tempat tisu yang termasuk standar layak jual lainnya dibuat dengan plitur warna coklat terang. Sayangnya, produk ini agak cacat di lubang kertas tisunya.

Widodo mengatakan, proyek P5 yang dikerjakan anak-anak didiknya lebih banyak memanfaatkan kayu jati.

"Sebelumnya kita membuat pigura dari kayu jati. Lalu berikutnya kita arahkan anak-anak untuk membuat tempat tisu," jelasnya.

Tak sekedar pemanfaatan limbah kayu jati, sekolah yang ada di Desa Bangsri, Kecamatan Jepon ini juga mengarahkan anak-anaknya untuk memanfaatkan limbah sampah plastik. Ada yang dibikin bunga-bungaan, ada juga yang dibikin jaran kepang.

"Proyek lainnya adalah suara demokrasi. Beberapa waktu lalu kita sudah menggelar pemilihan ketua osis," imbuhnya.