SDN 2 Turirejo ajari anak bikin bubur dan rujak

Foto: Gatot Aribowo

SDN 2 Turirejo, Kecamatan Jepon. Memberikan proyek membuat bubur kacang hijau dan rujak buah-buahan.

Jumat, 24 November 2023 22:47 WIB

BLORA (wartablora.com)—Banyak inovasi dan kreativitas bermunculan di sekolah-sekolah sejak kurikulum 2013 berganti dengan kurikulum merdeka. Salah satu terobosan dalam kurikulum terbaru dunia pendidikan anak-anak di Indonesia ini adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, sering disingkat dengan P5. Di SDN 2 Turirejo, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, anak-anak kelas 4 dan kelas 5 dibuatkan proyek membuat produk olahan makanan dan minuman yang bisa dijual. Anak-anak ini diajarkan untuk membuat bubur kacang hijau dan rujak buah-buahan.

Kepala SDN 2 Turirejo, Isbiyantoro mengatakan, proyek ini dikerjakan di sekolah. Pihak sekolah menyediakan peralatan memasaknya, termasuk kompor.

"Sementara anak-anak bawa bahan-bahannya dari rumah," katanya.

Sekolahan yang memiliki murid 79 anak ini dan 7 orang guru ini mengimplementasikan P5 kurikulum merdeka dengan tema kewirausahaan.

"Jadi kita ajarkan kepada anak-anak bagaimana berwirausaha, yakni dengan membuat produk makanan yang bisa dijual. Mulai dari pembuatannya hingga pengemasannya," ujarnya.

Dalam membuat bubur kacang hijau dan rujak buah-buahan ini, dari rumah murid sudah membawa bahan berupa kacang hijau dan buah-buahan.

"Lalu dibantu guru mereka mengolahnya di sekolah, hingga pengemasannya," terangnya.

Setelah produk dibuat, anak-anak ini menjualnya ke teman-temannya dan ke guru-gurunya.

"Saat dijual ke anak-anak lainnya sudah laris," imbuhnya.

Sementara itu untuk P5 buat anak-anak kelas 1 dan kelas 2 dibuatkan proyek yang lebih sederhana.

"Jadi untuk anak-anak kelas bawah kita buatkan proyek sederhana, seperti menempel," sambungnya.

Ke depannya, sekolah dasar dengan akreditasi B ini secara bertahap akan memberikan proyek P5 bertemakan kebhinekaan global dan kearifan lokal.

"Sementara belum. Nanti bertahap kita berikan," pungkasnya.