SDN 4 Jepon manfaatkan biji-bijian untuk P5

Foto: Gatot Aribowo

SDN 4 Jepon. Manfaatkan biji-bijian untuk P5.

Sabtu, 25 November 2023 12:01 WIB

BLORA (wartablora.com)—Banyak inovasi dan kreativitas bermunculan di sekolah-sekolah sejak kurikulum 2013 berganti dengan kurikulum merdeka. Salah satu terobosan dalam kurikulum terbaru dunia pendidikan anak-anak di Indonesia ini adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, sering disingkat dengan P5. Di SDN 4 Jepon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora memanfaatkan biji-bijian, seperti biji jagung, biji kacang hijau maupun kacang polong untuk membuat kreasi seni rupa. Biji-biji ini di susun di atas gambar yang telah disketsa sebelumnya.

"Untuk kegiatan P5 kami menggabungkan tema-tema, mulai dari gaya hidup berkelanjutan dan kewirausahaan dengan memanfaatkan bahan-bahan tak terpakai, seperti biji jagung hasil sortiran di rumah, yang dibuang sayang lalu kita manfaatkan untuk membuat kreasi yang dikerjakan anak-anak," kata Ulvia Mufarida, guru SDN 4 Jepon yang ditemui di sela kegiatan belajar mengajar di kelas.

Kreasi gambar yang dibuat antara lain: kura-kura. Gambar dibuat dengan campuran biji jagung, kacang hijau, dan kacang polong. Biji-biji ini dilem, ditempel di atas selembar kertas yang telah dibuat sketsa gambar kura-kura.

"Latarnya digambar dengan menempelkan biji jagung. Warna kuning memberi nuansa tersendiri. Sementara tempurungnya digambar dengan menempelkan biji-biji kacang hijau, dan kepala hingga kakinya dibuat dengan menempelkan biji kacang polong," jelasnya.

Hasil karya ini dipajang di kelas, dilapisi plastik agar terhindar dari debu.

"Lainnya tidak kita pajang. Hanya kita simpan di sudut kelas," imbuhnya sambil menunjukkan hasil kreasi bergambar lain.

Sekolahan yang sudah ada sejak tahun 1910 ini memiliki 72 murid, yang sebagian berasal dari SDN 1 Jepon yang di-regruping. Meski beberapa ruangan kelas belum sempurna akibat baru selesai dibangun setelah sempat ambruk ruangannya, namun penerapan kurikulum merdeka dengan kegiatan proyeknya P5 tetap berjalan.

"Sekolahan ini beberapa ruangannya belum jadi 100 persen. Tapi kami tetap berupaya untuk menerapkan kurikulum merdeka dengan proyek P5-nya dijalankan ke anak-anak," pungkasnya.